#idearaya

IndieRaya!

Ahad 13 September, 8.30 malam @ Panggung Forum


Inderagiri pasirnya lumat,

Kerang berjemur dengan lokan;

Siang hari bersembang lebat,

Tiba malam kita menyetan!

Pada malam penutupan Festival Idearaya anda akan disajikan dengan barisan pemuzik handal yang pastinya akan mengubati jiwa raga yang berat memikirkan masalah dunia, dan membuatkan anda menghayati alunan melodi eksperimental atau melompat ketawa berdekah-dekah! Sertai gig Indieraya di Panggung Forum kami.


 

band1

Space Gambus Experiment
“Space Gambus Experiment, sebuah projek musikal open-source dan persembahan berlegar sekitar gambus, dengan bunyian frekuensi yang unik dengan signifikan sejarah dan budaya yang kukuh, pemangkin kepada pembikinan bunyi-bunyian yang eksperimental”

Suzy Sulaiman, DC+A Fest dan artis.

“Untuk menggabung-jalinkan antara bunyian gelombang bunyi dari planet Musytari, petikan gambus/oud, electro acoustic dan lain-lain alatan untuk mewujudkan satu musik yang mampu untuk menenangkan, mencipta rasa, menyeramkan, membuat kita berfikir malahan bisa untuk membawa jiwa kita ke satu dimensi yang lain”

Encik Yusof dari review-filem.blogspot.com

 band2

Spooky Wet Dreams
“Lima orang muda awal generasi Z dan anti dadah bermain musik sekitar Indie rock, alternative, ska, funk, punk, dan apa-apa sahaja yang berbunyi serta mimpi-mimpi basah yang tak kesampaian…”

Minah Laser, Bukan Pancaindera.

Fadhli Ariffin

“Muda dan masih bergetah, Fadhli Ariffin, anak kelahiran tahun 1989 ini bukan calang-calang orangnya. Video-video DIY-nya akan mengisi ruang latar imaginasi dalam memeta seluruh deria kita saat bunyi serta kata-kata bertemu visual lantas kita semua kan jatuh cinta!”

ROTTYU, edisi 68

pyanhabib

Pyan Habib

Lontaran suara serak Abang Pyan kita ini bisa buat kita kaget jika kita tidak bersedia. Dalam lunak baris sajaknya itu, kita jangan segan-segan untuk ketawa apatah lagi menangis. Nantikan bacaan sajak-sajak terbaik dari Otai kita ini hanya di Indieraya.

garisson

The Garrison

“Jangan acah-acah tak tahu, sebelum The Clash bikin lagu London Calling, depa dengar The Garrison main di Kuala Kangsar. Itu orang kata “urban myth” tapi yang benarnya,kugiran main musik dub, reggae dan punk ini bisa buat kita skanking pagi sampai petang!”

The Kuala Kangsar Tribune, 1976

orfeus

Orfeus

“Tonggak utama 5Forty2, grup politikal hip hop ternama negara Malaysia ini bisa “rapping” dalam tiga belas bahasa kalau boleh tapi beliau fokus memilih dialek bahasa Melayu untuk menyampaikan resah serta gersang kosa-katanya terhadap sosio politik masyarakatnya. Selain ber-rapping, beliau juga seringkali berpidato serta mengajar di Sekolah Demokrasi.”

Majalah Manggis, 2013

syahid

Syahid Abdullah

“Jejaka yang berasal dari Palong ini yang menganut fahaman A.B.A.I (Asalkan Bukan Isa Samad) cukup jelas dalam arah tuju hidupnya. Menulis serta menerbitkan buku pertamanya sendiri, beliau kini aktif membuat lawak berdiri di beberapa pentas sekitar Lembah Klang. Lawak kritiknya yang tajam boleh buat kita gelak sambil ber-huhuhu mengenangkan nasib anak semua bangsa di tanah air.”

– Bukan Bekas Pengetua Sekolah Sains Tunku Jaafar.

drumken

Drumken

“Baca elok-elok, bukan “Drunken” tapi “Drumken”, kugiran ini bukan buat kita mabuk tapi bisa buat kita masuk dimensi lain dengan bunyi-bunyiannya. Kalau ikut kira tangan, depa ada tiga orang ahli tapi bila buat persembahan, tiba-tiba kita semua jadi ahli buat persembahan. Disarankan bersedia bawa periuk dan sudu dari rumah takut takut kita tak cukup instrumen nak main sekali!”

– Ketua Pancaragam Sekolah Laki-Laki St John Tahun 1999

Leave A Comment

Your email address will not be published.